banner 728x250

Tegas, Kadis Dispora Siap Dicopot dan Diproses Hukum Jika Terbukti Bersalah

  • Bagikan
banner 468x60

Ket Foto : Kadis Dispora Hamzih, terlihat berjalan – jalan disekitar kobaran api saat terjadi demo di kantor Dispora Prov. Sulbar. ( Foto.Ajinomoto )

Pojokcelebes.com | Demo mahasiswa yang mengatasnamkan aliansi peduli Sulawesi Barat ( Sulbar ), menuntut agar Kadis Dispora mundur dari jabatannya dengan alasan batalnya calon Paskibraka atas nama Kristina, melenggang ke Istana dengan alasan Covid – 19. 

banner 336x280

Usai tuntutan massa aksi yang berlangsung beberapa jam di teras kantor Dispora Provinsi Sulbar, massa aksi kembali melanjutkan aksinya di kantor DPRD Provinsi Sulbar, dengan tuntutan yang sama.

Ditemui Kepala Dinas Pemuda Olahraga ( Dispora ) Provinsi Sulbar, Hamzih dihadapan sejumlah media, kesekian kalinya kembali melakukan klarifikasi soal batalnya nama Kristina masuk menjadi anggota pasukan Paskibraka Nasional di Jakarta.

Dia mengatakan, berdasarkan tuntutan pendemo yang menginginkan mundur dari jabatannya sebagai Kadis Dispora dan siap mengikuti prosedur hukum jika terbukti bersalah. Dia mengaku, dirinya tidak pernah melakukan kesalahan soal pembatalan pemberangkatan Kristina ke Jakarta, hanya karena terganjal dengan Covid – 19, dan pihak Dispora tidak bisa berbuat banyak jika menyangkut persoalan Covid – 19. Dia mengaku, Kristina yang dinyatakan positif Covid -19, tentu bukan lagi rananya Dispora, melainkan Balai POM dan Dinke Dinkes.                          

“ Bagi saya, sebagai pemimpin Dispora siap untuk dicopot dan diproses secara hukum jika terbukti bersalah. Itu tidak ada masalah bagi saya !. Saya yakin, saya tidak pernah salah, saya tidak pernah berbuat zalim pada mereka. Haram hukumnya bagi saya kalau bermain – main persoalan – persoalan Paskibraka, “ tegas Hamzih dihadapan sejumlah Media usai didatangi massa pendemo di kantornya. Senin ( 2/8 ) 

Masih dia dengan tegas menyatakan, jika persoalan ini terbukti bersalah dirinya siap menerima konsekuensi sesuai mekanisme yang berlaku. Kata dia, informasi diluar bahwa Dispora sengaja meng covid – covid kan Kristiana, kata dia, silahkan buktikan dan dilaporkan sesuai hukum yang berlaku, karena Dispora juga mengantongi hasil swab test dari BPOM Mamuju yang menyatakan positif Covid – 19. Namun yang perlu dipertanyakan, hasil swab Kristina dari Mamasa yang menyatakan negatif, sampai saat ini belum dilihat pihak Dispora.       

“Silahkan dicopot ! katanya mau dicopot Hamsi, no problem bagi saya. Tapi jangan lupa, disini ada prosesnya ada mekanismenya. Disini ada hukum, apakah benar dicovidkan, silahkan dibuktikan dan laporkan, “ ujarnya 

Selain persoalan Kristina, Kadis Hamsi juga dicecar sejumlah pertanyaan soal batalnya cadangan asal Pasangkayu. Dihadapan sejumlah wartawan, dia mengaku kabid yang bertanggung jawab dinilai lalai karena tidak melakukan konfirmasi ke Pasangkayu. Namun semua hal ini, lagi – lagi Hamsi pasang badan untuk anggotanya bertanggung jawab. Dia mengaku, panitia di Jakarta sangat mepet dan tidak memberikan ruang sedikitpun sehingga calon Paskibraka atas nama Anggi yang dinyatakan siap semuanya, terpaksa harus menjadi pengganti dari Kristina.    

“ Tapi meskipun Kabid saya dia lalai tapi itu tetap menjadi tanggung jawab sebagai pimpinan tidak lepas dari itu saya adalah salah satu tokoh pejuang pak, saya siap dicopot, tapi tentu ada mekanisme, “ tegas Hamzih.

Ditanya soal, kenapa Kristina pulang begitu saja tanpa Prokes setelah dinyatakan positif Covid – 19. Hamsi kembali mempertegas, bahwa dirinya sudah melakukan klarifikasi dimana – mana, baik lewat media. Menurut dia, setelah Paskibraka di swab di Puskesmas Binanga dan hasilnya langsung diserahkan ke Balai POM dan BPOM kembali menyerahkan ke Puskesmas Binanga, yang sudah dinyatakan positif. Tentu hal ini kata dia, bukan lagi kewenangannya Dispora melainkan kewenangan tim satgas Covid – 19, yang harus menerapkan Prokes terhadap Kristina termasuk kepulangannya ke Mamasa.    

“ Setelah anggota Paskibraka ini di swab Puskesmas Binanga, hasil dibawa ke Balai POM Mamuju, yang menyebutkan sudah positif, dan tentu itu bukan lagi kewenangan kami karena itu di Puskes itu ada sistem sendiri ke Satgas Covid -19 jika ada yang positif. ” jelasnya.

” Dan kembali saya tegaskan, di copot saya siap !, proses hukum juga saya siap !, Dan saya tidak suka kongkalingkong dengan siapapun ada kok tiketnya dan siapa diberangkatkan, nah tiba – tiba Covid – 19, nah ini masalahnya. Perlu teman – teman ketahui bahwa semua calon Paskibraka asal Sulbar, saya tidak tahu berlatar belakang apa, apakah dia miskin atau kaya, buat panitia itu semua sama di mata kami tanpa ada membedakan, “ pungkas Hamsi./Ajinomoto

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.