banner 728x250

Dugaan Korupsi Proyek Pasar Lakahang Naik ke Tingkat Penyidikan, Jaksa Periksa 9 Orang Saksi 

  • Bagikan
Ket foto : Kondisi pasar Lakahang di kab Mamasa, yang menelan anggaran pembangunan hingga kini masih terbengkalai.
banner 468x60

Kt foto : Kondisi pasar Rakyat Lakahang di Kecamatan Lakahan Kabupaten Mamasa.

Pojokcelebes.com | Dugaan tindak pidana korupsi ( Tipikor ) pada pembangunan pasar Rakyat Lakahang di Kecamatan Lakahang Kabupaten Mamasa, yang sudah lama ditangani Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mamasa. Nampaknya, buka babak baru. Belum lama ini, dikabarkan pihak Kejari Mamasa, dalam penanganan kasus Pasar Rakyat Lakahang, sudah ditingkatkan naik ke penyidikan.

banner 336x280

“ Tanggal 22 kemarin bulan Juni 2021, setelah dilakukan ekspose perkara. Penanganan kasus Pasar Rakyat Lakahang dinaikan dari penyelidikan menjadi penyidikan, “ kata Kajari Mamasa, kepada pojokcelebes.com. Selasa ( 4/8 )

Kajari Mamasa, Erianto L. Paundanan, membenarkan penyelidikan tindak pidana korupsi pada proyek pasar rakyat Lakahang, penangannya sudah ditingkatkan ke penyidikan. Dia menyebutkan, pada proses penyidikan oleh penyidik tindak pidana khusus ( Pidsus ) Kejari Mamasa, sejumlah saksi yang disebut – sebut mengetahui kegiatan proyek pasar Rakyat Lakahang, sudah dimintai keterangannya di ruang Tipikor Kejari Mamasa. Diketahui ada 9 orang saksi yang sudah diperiksa salah satunya adalah mantan Kadis Perdagangan Kabupaten Mamasa tahun 2019 inisial YA. Selain itu sebut Erianto, pejabat PPK inisial MI, pejabat bendahara inisial RO, saksi inisial SA sebagai pelaksana harian ( Plh ) kepala bidang Sarana dan prasarana perdagangan, saksi inisial MI sebagai panitia pemeriksa barang atau hasil pekerjaan, saksi inisial FA, saksi inisial IL sebagai pelaksana di lapangan, saksi inisial YO sebagai konsultan pekerjaan.

“ Dalam penyidikan kasus ini ada 9 orang saksi yang sudah kami periksa. Mereka ini mengetahui kegiatan pembangunan pasar Rakyat Lakahang pada tahun 2019. Ada sembilan yang diperiksa itu, salah satunya adalah mantan Kadis Perdagangan yang masih aktif sekarang sebagai pejabat PNS di Pemda Kabupaten Mamasa, “ kata Kajari Mamasa Erianto.

Menurut dia, penanganan kasus yang sudah ditingkatkan ke penyidikan, pihak penyidik Tipikor Kejari Mamasa telah mengantongi Dua alat bukti yang cukup atau kerugian negara berdasarkan hasil perhitungan pembobotan yang dilakukan tim independen dari Dinas PU Provinsi Sulbar.

“ Kami belum bisa merinci berapa kerugiannya,  dari hasil pembobotan ulang oleh tim disitu ada kejanggalan. Yang pastinya ada selisih jauh pembayaran dari volume pekerjaan yang hanya 78 persen, “ beber Erianto.

Terkait kasus proyek pasar Rakyat Lakahang ini, pihaknya juga masih akan menunggu hasil perhitungan dari BPK Perwakilan Sulbar. Dia menilai, terhadap kasus ini diyakini hasil audit BPKP tidak akan beda jauh kerugian negaranya. Apalagi kata dia, pasar tersebut sampai saat ini belum juga dimanfaatkan oleh masyarakat Lakahang sebagai pasar Rakyat.

“ Dari hasil pembobotan ulang sudah ada memang ditemukan kejanggalan. Namun untuk memastikan kerugian negaranya kita kembalikan saja hasil auditnya BPKP. Dan saya yakin perhitungan BPKP tidak akan beda jauh, ” jelasnya.

Seperti diketahui, pasar Rakyat Lakahan adalah bantuan dari kementerian terkait untuk Pemda Mamasa. Nilai anggaran proyek tersebut tidak sedikit yakni berjumlah kurang lebih 5,5 Miliar bersumber dari APBN tahun 2019. Namun kini, keberadaan pasar tersebut setelah dibangun terlihat hanya menjadi barang pajangan model gudang tua yang ditumbuhi rumput menjalar karena tidak memiliki asas manfaat./Zul

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.