banner 728x250

Dua Rekannya Tersandung Hukum, David Bambalayuk Berharap Bisa Segera Lepas Dari Badai

  • Bagikan
Ket Foto : David Bambalayuk, Wakil Ketua DPRD Kab. Mamasa.
banner 468x60

Pojokcelebes.com | Dua anggota DPRD Kabupaten Mamasa yang tersandung kasus hukum yang kini masing – masing menjalani penahanan, baik di Kejari Mamasa maupun di Mapolda Sulbar, menjadi perhatian bagi sesama anggota DPRD asal Kabupaten Mamasa, dan terus memberikan dukungan moril agar Keduanya bisa secepatnya lepas dari badai.

Wakil Ketua DPRD DPRD kabupaten Mamasa, David Bambalayuk kepada pojokcelebes.com mengatakan sangat dikagetkan dengan peristiwa yang menimpa dua rekannya itu. Atas kejadian itu, kader Hanura ini pun sangat prihatin atas persoalan yang menimpa Keduanya. Dan berharap, Keduanya rekannya itu bisa cepat selesai dan kembali gabung di parlemen Kabupaten Mamasa.   

banner 336x280

” Jika ini benar adanya berita terkait penambahan salah satu anggota DPRD Mamasa yang diduga bermasalah hukum, tentu sebagai bagian dari Pimpinan DPRD Kab Mamasa, sangat prihatin dan berharap saudara – saudara kami ini bisa segera lepas dari badai. Ini sangat mengejutkan, karena selama ini teman – teman kami baik – baik saja dan tidak ada permasalahan yang terjadi dalam lembaga kami, ” kata David Bambalayuk.

Ditanya soal kurangnya anggota dewan dalam acara rapat paripurna, apakah akan berpengaruh atau tidak? Dia hanya menyebutkan, kehadiran rapat nantinya akan dilihat kedudukannya dalam alat kelengkapan dewan dan yang mengatur adalah tata tertib ( Tatib ).

“Soal pengaruh ketidakhadiran dalam rapat – rapat, kita lihat kedudukannya dalam alat kelengkapan dewan, dan tentu ada tatib yg mengatur soal itu, ” jelas David.

Dia pun berharap, terkait persoalan yang menimpa rekannya agar selalu diberikan ketabahan kepada Tuhan yang Maha Esa sehingga bisa secepatnya keluar dari permasalahan ini.  

” Saya doakan Kedua saudara saya, supaya segera keluar dari masalah ini dan semoga sehat selalu untuk menjalani semua proses sampai tuntas, ” pintanya.

Seperti diketahui, MM yang tak lain adalah anggota DPRD Kabupaten Mamasa, murni menjadi tahanan Direktorat Reserse Krimum Polda Sulbar. Oknum anggota DPRD kabupaten Mamasa MM ini diduga tersandung kasus penipuan hingga korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Sedangkan tersangka Joni Daud menjadi tahanan Kejari Mamasa, setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 dan dituntut atas dugaan kepemilikan ijazah palsu. |Aji

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.