banner 728x250

Desa Pangandaran Masih Terisolir, Warga Teriak Minta Turunkan Alat Berat 

  • Bagikan
Ket Foto : Salahsatu jalan menuju Desa Pangandaran Kec. Tabulahan masih tertutup material longsoran pasca banjir.
banner 468x60

Pojokcelebes.com | Bencana banjir dan longsor disejumlah titik jalan di Dua Desa di Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, membuat Desa Pangandaran Kecamatan Tabulahan hingga saat ini masih terisolir akibat akses jalan masih tertimbun longsor di sejumlah titik.

Dari pantauan Media ini, diperkirakan ratusan tumpukan longsoran material mengubur total badan jalan antar dua desa sejauh belasan kilometer. Sehingga menghambat mobilisasi bantuan dan relawan masuk di Desa pangandaran.     

banner 336x280

Piter warga Pangandaran kepada pojokcelebes.com megatakan, terjadinya banjir dan longsor, membuat akses jalan di dua desa terputus, sehingga menyulitkan warga atau relawan yang antar bantuan ke titik bencana.

“Akses jalan menuju Desa Pangandaran tertutup longsoran di beberapa titik sehingga mengakibatkan warga harus berjalan kaki sepanjang 13 kilometer. “ sebut Piter.

Piter berharap, agar pemerintah bisa secepatnya menurunkan alat berat Excavator, untuk menggusur material yang menimbun jalan sehingga jalan tersebut bisa digunakan oleh masyarakat serta pemerintah. 

“ Dan ini sudah memasuki hari Keempat pasca bencana, karena kalau kami lewat jalan menuju Kecamatan Aralle, itu sangat jauh bahkan dua kali lipat jauhnya dibanding lewat Desa Burana. Jadi kami berharap pemerintah bisa secepatnya menurunkan alat berat untuk membuka longsoran di sejumlah titik, “ harapnya

Terkait akses jalan yang belum terbuka, kata dia, sementara ini mungkin warga masih bisa bertahan sampai Dua Tiga hari kedepan. Jika kata dia, tidak ada pembukaan atau penggusuran di titik longsor sampai Tiga hari, mungkin masyarakat akan terdampak akan mengalami kekurangan makanan.

“ Ini harus cepat diperhatikan pemerintah untuk cepat buka akses jalan yang tertimbun longsor. Warga pasti akan kesulitan bahan makan jika tidak terbuka akses masuk, dan kondisi ini tidak bisa berlangsung lama, kasian masyarakat di dalam, “pintanya 

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Mamasa melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Samboan Pangloli menjelaskan, kejadian bencana yang terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi sehingga memicu terjadinya banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan di Desa Burana ada 67 rumah warga yang rusak, dan korban material kurang lebih 127 KK ( data sementara ).

“ Yang menjadi kendala kami membawa logistik ke lokasi bencana terkikis beberapa ruas jalan yang menghubungkan jalan nasional ke Desa Burana tertimbun longsoran. Desa Burana adalah Desa terisolir dan terpencil. Kita bersyukur karena hari ini kita bisa tembus membawa bantuan berupa logistik ke lokasi bencana, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mamasa dan dari Pemprov Sulbar.” katanya 

Selain itu kata dia, yang dilakukan adalah pembukaan jalan karena masih ada satu Desa lagi yang terisolir. Dan pihaknya masih sulit melakukan pendataan karena akses jalan menuju Desa Pangandaran masih tertutup longsoran. 

“ Dan sekarang ini kami masih menegosiasi alat berat ( excavator ) untuk membuka akses jalan sejauh 5 kilometer. bersyukur petugas TRC BPBD Kabupaten Mamasa bersama Tim medis sudah menuju lokasi tersebut dengan jalan kaki dalam rangka pengobatan bagi masyarakat mengalami trauma dan luka akibat dampak bencana.” ungkapnya.

Ditanya terkait pengadaan air bersih, Samboan mengatakan, untuk sementara ini yang kami berikan ke masyarakat air mineral berupa aqua gelas, karena sudah ada di Desa Burana air yang bisa dimanfaatkan namun masih sangat terbatas karena di saat hujan turun airnya menjadi keruh.

“ Tapi kita akan mengupayakan supaya masyarakat bisa mendapatkan air bersih.” harapnya.|Zul/Dar

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.