banner 728x250

Klarifikasi Laporan Dugaan Kasus Korupsi Alkes RSUD Pasangkayu Dihentikan

  • Bagikan
Ket Foto : Gambar Ilustrasi vintilator rumah sakit.
banner 468x60

Pojokcelebes.com | Kasus dugaan korupsi alat kesehatan ( Alkes ) jenis ventilator RSUD Kabupaten Pasangkayu tahun 2020, yang saat ini menuai polemik di masyarakat. Rupanya Jaksa Intelijen Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Pasangkayu, menghentikan melakukan full baket setelah pihak rekanan melakukan klarifikasi terhadap lapaoran tersebut.

Dikonfirmasi kepada Kasi Intelijen Kejari Pasangkayu Muh. Zaki Mubarak membenarkan penghentian melakukan pencarian bahan keterangan dan data terhadap kasus dugaan korupsi Alkes di RSUD Pasangkayu tahun 2020.

banner 336x280

” Berdasarkan temuan BPK-P dan bukti penyetoran ke kas daerah. Pulbaket Alkes tidak kami lanjutkan setelah ada klarifikasi karena potensi kerugian negara sudah tidak ada lagi, ” kata Zaki kepada pojokcelebes.com, belum lama ini.  

Zaki menyebutkan, sebelum kasus ini mencuat ke publik. Pihak Kejari Pasangkayu telah lama melakukan full bahan keterangan dan full data. Kata dia, berdasarkan data yang diperoleh, bahwa memang ada temuan selisih yang ditemukan BPK Sulbar, saat melakukan audit rutin. Tetapi kata dia, sebelum laporan hasil pemeriksaan ( LHP ) BPK keluar, selisih kelebihan pembayaran oleh RSUD sudah dikembalikan ke kas daerah oleh pihak penyedia barang. Pengembalian itu didasari dengan surat pernyataan dari rekanan jika ada harga yang tidak wajar akan dikembalikan kelebihannya.       

” yang disoal adalah Alkes ventilator Rsud 2020. Kemarin kami sudah panggil untuk melakukan klarifikasi beberapa pihak berkaitan dengan temuan tersebut. Berdasarkan data yang kami dapat bahwa benar memang ada temuan selisih yang didapatkan oleh BPK Sulbar pada saat melakukan audit rutin di Kabupaten Pasangkayu. Tapi sebelum laporan hasil pemeriksaan BPK tersebut keluar, selisih kelebihan pembayaran oleh RSUD itu sudah dikembalikan ke kas daerah oleh pihak penyedia karena memang ada surat pernyataan dari penyedia kalau ada harga yang tidak wajar akan mengembalikan kelebihannya, ” sebut Zaki

Lebih lanjut menyebutkan, bahwa temuan awal BPK ada kelebihan pembayaran Alkes kepada penyedia oleh PT. IJL sebesar Rp-2.569.592.032. Temuan PT. IJL dan RSUD Pasangkayu. Sehingga kata dia, penyedia  PT. IJL mengembalikan kelebihan pembayaran tersebut secara berangsur sampai 4 kali angsurang yang dimulai tanggal 11 Mei 2021, tanggal 17 Mei 2021 dan tanggal 24 Mei pembayaran angsuran Dua kali.

Atas laporan angsuran itu, Laporan Hasil Pemeriksaan BPK perwakilan Sulbar keluar pada tanggal 24 Mei 2021, sudah dinyatakan tidak ada lagi temuan kerugian negara. Namun hanya diberikan rekomendasi atau teguran kepada pejabat pengadaan RSUD Pasangkayu diantaranya Direktur rumah sakit dan pejabat PPK agar keduanya bekerja lebih teliti lagi.

” Hasil auditnya BPK senilai 2,5 Miliar dan semua dikembalikan ke kas daerah secara berangsur sampai 4 kali . Dan kami juga kantongi bukti penyetoran ke kas daerah senilai satu Miliar, ” pungkas Zaki.|Aji

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.