banner 728x250

Desa Pangadaran Masih Terisolir, Kebutuhan Warga Terancam Menipis

  • Bagikan
Ket Foto : Herianto berharap, jalan poros penghubung Desa Pangandaran ke Burana, cepat dibuka karena sudah Seminggu masyarakat terisolir.
banner 468x60

Pojokcelebes.com | Masyarakat Desa Pangadaran Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, sampai saat ini masih terisolir akibat longsor yang menimbun sejumlah titik ruas jalan ke Desa Pangandaran sejauh 13 Kilometer. 

Kepala Desa Pangandaran, Herianto kepada pojokcelebes.com mengatakan, saat ini akses jalan masuk ke desanya sangat memprihatinkan karena masih tertutupi material longsor. Sehingga kata dia, warga harus berjalan kaki sejauh belasan kilometer untuk mencari kebutuhan sehari – hari.

banner 336x280

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, jalan kaki saja sangat sulit dilewati akses jalan yang tertimbun longsor. Dan warga harus menempuh perjalanan belasan kilometer jika kalau mau masuk ke desa kami atau keluar, ” katanya.   

Dia mengaku, jika kondisi ini berlangsung lama, takutnya persediaan kebutuhan masyarakat akan semakin menipis, terutama bahan makanan seperti beras. Dan juga minyak BBM sudah mulai langka. 

” Kapan akses jalan tidak cepat di kerja, warga terpaksa makan ubi karena memang saat ini susah. Ketersediaan BBM juga sudah sangat kurang sebagai sumber penggerak mesin pabrik padi warga. Dan harga BBM di Desa kami, sudah mencapai 16 Ribu per liternya itupun kalau ada.” ungkapnya.

Ket Foto : Warga yang mencari kebutuhan harus rela berjalan kaki sejauh 13 kilometer.
Ket Foto : Warga bergotong royong membuka akses jalan yang di tutupi longsor.

Senada dengan Kades Burana, Mitting, kepada pojokcelebes.com, menyebutkan banyaknya titik longsor yang menimbun badan jalan sehingga mempersulit warga keluar masuk dengan menggunakan kendaraan roda Dua. Saat ini, warga yang mencari kebutuhan harus rela berjalan kaki sejauh 13 kilometer, melawati longsoran material yang menutupi badan jalan yang sangat sulit dilewati.

” Warga yang keluar mencari kebutuhan harus berjalan kaki sejauh 13 Kilometer, melewati jalur yang masih tertimbun longsoran, ” kata Mitting kepada pojokcelebes.com. Kamis ( 9/9 ) melalui pesan Whatsapp pribadinya.      

Mitting mengaku, dipastikan pekerjaan pembukaan longsoran yang menutupi badan jalan, butuh waktu lama karena titik longsoran banyak. 

“Kalau cuman satu alat berat ( Excapator ) dan Lowder yang kerja akan memakan waktu cukup lama, apalagi alatnya sering mengalami kerusakan.  Jalan ini, cuman satu – satunya akses paling dekat ke menghubungkan ke Desa Burana dan ke Ibukota Kecamatan Tabulahan.” pungkas Mitting.

Sementara itu, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi mengatakan, bahwa alat berat sudah diterjunkan sebanyak Dua unit. Dan alat berat tersebut, Empat hari yang lalu sudah bekerja. Namun diakui kata dia, bahwa memang butuh waktu untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor karena panjang longsoran Lima kilometer.  

” alat berat kami sudah bekerja dan sudah lewat mi’ jembatan gantung. tapi harus bersabar karena panjang titik longsor, ” katanya

Menurut dia, titik longsor yang paling parah diketahuinya ada sekitar Tiga kiloan. Dan saat ini alat berat masih sementara bekerja untuk bisa membuka jalan masyarakat sehingga roda perekonomian di desa bisa berjalan.

” Bantuan juga tetap masuk, kita berusaha bagaimana jalan tersebut yang tertutup longsoran bisa secepatnya terbuka sehingga roda ekonomi bisa berjalan, ” pungkasnya.|Zul

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.