banner 728x250

Miris ! Di Masa Pandemi, Gaji Honor di Kantor Kecamatan Malunda Diduga Dipotong

  • Bagikan
Ket Foto : Kantor Camat Malunda
banner 468x60

Pojokcelebes.com | Belum usai kabar adanya dugaan pemotongan uang program Indonesia Pintar ( PIP ) di SD Negeri 9 Sasende Kecamatan Malunda Kabupaten Majene. Kini kembali timbul permasalahan baru dengan perkara yang sama namun terjadi di kantor Kecamatan Malunda.

Seorang pegawai staf honor di Kecamatan Malunda, yang diketahui bernama Lukman, sangat kecewa atas adanya dugaan pemotongan gaji atau tunjangan sukarela yang dibayarkan setiap bulan. Dia mengaku, sebelum terjadi pandemi Covid – 19, gaji atau tunjangan sukarela dibayar setiap Empat bulan sekali dengan jumlah hanya 1 juta rupiah. Namun belakangan ini, sebut Lukman, haknya sebagai staf sukarela hanya dibayar 1 juta selama 6 bulan yang seharusnya diterima 1, 5 Juta rupiah dan dikemanakan sisanya?.

banner 336x280

“ Ini yang saya heran, kok hak kami dan hasil keringat kami sebagai honor sukarela di staf kantor camat Malunda, dengan teganya mereka potong tanpa memiliki hati nurani. Coba bayangkan pak, saya terima amplop yang masih tersegel yang isinya gaji saya, tetapi saat saya buka di depan istri saya, gaji dengan hitungan Enam bulan saya hanya diberi 1 juta rupiah sementara 500 ribu nya entah kemana pak,” tutur Lukman dengan hati yang sangat kecewa.

Masih Lukman, gaji honor yang baru saja diterima olehnya mengaku sangat dirugikan karena haknya dua bulan belum dibayarkan. Jika alasan ketidak aktifan, seharusnya pimpinan harus meratakan sanksi tanpa membeda – bedakan Satu sama lain terhadap semua honorer yang tidak masuk kantor. Persoalan ini kata dia, akan mengupayakan mengadukan ke bupati Majene dalam waktu dekat ini. 

“seandainya diratakan gaji dipotong, saya kira tidak ada masalah. tetapi yang terjadi ada yang dikecualikan. Hal ini yang saya tidak terima. Dan akan dilaporkan ke bupati Majene, “ tegas Lukman yang mengaku honor di Kecamatan Malunda kurang lebih 28 orang.

Senada dengan staf honorer lainnya yang berinisial ZA, mempertanyakan sisa gaji honorer yang tidak masuk kantor atau sisa gaji yang dipotong oleh bendahara. Karena jika gaji itu tidak diberikan ke pemiliknya, tentu dipertanyakan uang itu disimpan dimana, apakah masih di tangan bendahara atau dikembalikan ke kas daerah. Sebab kata dia, nama – nama honorer ini masih terdaftar di draf gaji penerima.

“walaupun saya tidak sering masuk Kantor Kecamatan Malunda pada saat pasca gempa. Tetapi nama saya tetap tercantum di SK dan gaji saya akan tetap keluar. Pertanyaannya, kalau gaji saya tidak bisa saya terima lalu dikemanakan uang tersebut atau disimpan dimana, “ 

Lanjut ZA mengakui, adanya keluhan staf sukarela yang diduga dipotong gajinya atau haknya, memang sering terjadi di Kantor Kecamatan Malunda. Dan ini tidak bisa dibiarkan karena memalukan. Lanjut kata dia, sebenarnya pemerintah harus prihatin melihat tenaga sukarela di masa pandemi ini dengan memberikan bantuan, bukan mala hak – haknya di silet.

“ Pemerintah itu harus punya hati nurani, kasian tenaga sukarela yang suda memiliki tanggung jawab. Seharusnya dibantu, namun yang terjadi eh mala dipotong, kasian mereka itu. heran saya, hati nurani di masa pandemi sudah tidak ada, “ kesalnya.

Dihubungi terpisah, Camat Malunda Salahuddin, soal adanya dugaan pemotongan gaji sukarela staf kantor camat Malunda. Kepada wartawan media ini mengaku,sebelum dilakukan pemotongan gaji tenaga sukarela itu diberikan berdasarkan tingkat kehadiran masuk kantor. Kata dia, jika ada tenaga sukarela jarang masuk kantor tentu gajinya akan mendapat sanksi dengan pemotongan honor.

“ Memang setiap kami rapat kita suruh bikin surat pernyataan, bahwa gaji mereka akan berdasarkan kehadiran mereka di Kantor, karna rata – rata honorer itu kehadiran mereka biasa cuman Satu kali Satu bulan dan ada juga yang rajin. Jadi yang tidak masuk kantor, tentu honornya dapat pemotongan, “ jelas Salahuddin

Masih dia, pembayaran honor staf sukarela dihitung sesuai hari kehadirannya, sehingga gaji yang diterima tidak merata yang diterima. Gaji honorer kata dia, yang dipending untuk sementara ini akan dilaporkan untuk diajukan di anggaran perubahan

“ Kalau mereka rajin gajinya full dibayarkan dan kalau yang tidak rajin tidak full. bahkan saya berencana akan keluarkan honorer yang malas tapi tidak jadi, lebih baik di gaji dipotong sesuai kehadirannya.” jelas mantan Lurah Malunda itu.|Zul

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.