banner 728x250

Polisi Sita Barang Bukti Ikan 1,4 Ton, Kasus Penangkapan 11 Nelayan Pelaku Bom Ikan  

  • Bagikan
Ket Foto : Satu kapal ukuran sedang yang digunakan mencari ikan dan 2 unit ketinting di Police Line setelah disita Polisi sebagai barang bukti kasus pengeboman ikan.
banner 468x60

Pojokcelebes.com | Kurang lebih 1,4 ton ikan menjadi barang bukti polisi, dalam kasus penangkapan 11 orang nelayan pelaku pelaku pengeboman ikan yang terjadi di wilayah perairan Sabakkatan Kecamatan Balabalakang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), Sabtu sore ( 11/9 ).

Diketahui, ikan – ikan jenis sulir itu yang diamankan saat penangkapan, terpaksa harus dilelang oleh pemiliknya. Dia mengaku, penjualan barang bukti berupa ikan diketahui oleh Polisi. Lanjut kata dia, belum mengetahui berapa nilai rupiah hasil penjualan barang bukti ikan itu, karena belum diserahkan nota penjualan oleh pihak pembeli.

banner 336x280

Plh, Direktur Pol Air Polda Sulbar, AKBP Mulyadi Amin, mengatakan penangkapan 11 nelayan dari Pulau Sabakkatan oleh tim Polair Polda Sulbar. Selain polisi berhasil mengamankan barang bukti ratusan bahan peledak ( bom rakitan ) yang dikemas dalam botol, juga polisi mengamankan barang bukti ikan yang diduga hasil kejahatan para pelaku dengan jumlah kurang lebih 1,4 ton. Namun ikan – ikan itu sebut dia, sudah dilelang alias dijual pemiliknya dan hasil penjualannya akan dijadikan barang bukti polisi.           

“ Untuk jumlah ikan yang diamankan itu kalau tidak salah 1,3 atau 1,4 kalau tidak salah, Kemarin kita minta supaya pemiliknya menjual. karena hasil penjualan itu dijadikan barang bukti jadi pembeli dan penjual sudah sepakat. Saya belum tahu nilainya berapa karena baru hari ini dia serahkan notanya ke penyidik oleh pembeli. Karena dia harus jual dulu baru dikembalikan hasil penjualannya itu ke polisi, “ katanya

Dia mengaku, saat nanti dilelang pihaknya akan dibuatkan berita acara untuk tembusan ke Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Polda Sulbar. Dan kata dia, sebagian ikan itu diambil untuk dijadikan sampel dibawa ke laboratorium forensik ( Labfor ).

“ Barang bukti ikan akan dibuatkan berita acara pelelangan tembusan Kejati Sulbar. Selain itu, sebagian ikan akan dibawa Labfor untuk diambil sampelnya, “ 

Masih dia, sampai saat ini kasus pengeboman ikan masih dalam pengembangan oleh penyidik. Hal ini dilakukan untuk bisa mengungkap siapa pelaku utamanya yang sudah dikantongi nama – namanya.

“ Kasus ini masih dalam pengembangan rekan – rekan. Penyidik sudah mengantongi siapa pelaku utamanya dan saat ini kami masih melakukan perburuan. ” ujarnya.

Para pelaku berjumlah 11 orang kini sudah dalam sel tahanan Mapolda Sulbar, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kesebelas nelayan ini diancam pasal berlapis selain undang – undang perikanan dengan ancaman 6 tahun penjara.|Aji

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.