banner 728x250

Meminimalisir Kasus Illegal Fishing, DKP Sulbar Berdayakan Masyarakat Pesisir

  • Bagikan
Ket Foto : Kadis DPK Prov. Sulbar,Fadly Syamsuddin   
banner 468x60

MAMUJU | Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), prihatin dengan adanya kejadian yang menimpa belasan nelayan asal Kecamatan Balabalakang Kabupaten Mamuju, yang ditangkap petugas Polair Polda Sulbar, akibat diduga melakukan pengeboman ikan di perairan pulau Balabalakang. Sabtu kemarin tanggal 11 September 2021.

Kepala DKP Provinsi Sulbar, Fadly Syamsuddin kepada pojokcelebes.com mengatakan, bahwa peraiaran di wilayah Sulbar, sangat rawan dengan tingkat illegal fishing yang harus diwaspadai dan dijaga, seperti pencurian penyu dan hiu yang dilindungi serta pengeboman ikan yang bisa merusak terumbu karang. Lanjut kata dia, cara – cara lama menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak harus memang dihentikan karena sudah pasti akan merusak biota laut yang dilindungi.       

banner 336x280

“Sebenarnya cara – cara ini tidak boleh terjadi kepada nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak. Bahan peledak kan, merusak biota laut kalau bahan itu meledak dalam air pasti habis tu terumbu karang dan ikan – ikan kecil. Dan cara – cara ini yang harus ditinggalkan oleh saudara – saudara kita nelayan disana, untuk tidak lagi dilakukan pengeboman ikan, “ kata Fadli kepada pojokcelebes.com

Menurut dia, campur tangan pemerintah terhadap pengawasan laut wilayah Provinsi Sulbar itu telah lama dilakukan dengan cara menyasar masyarakat nelayan dengan cara sosialisasi. Selain itu untuk bisa memaksimalkan pengawasan, DKP sudah menempatkan sejumlah pos – pos pengawasan masyarakat ( Poswasmas ) laut yang yang ada di pesisir setiap kabupaten.

“ Pengawasan ini sudah kami lakukan di beberapa titik yang sering terjadi Illegal fishing di wilayah perairan di Sulbar, seperti penempatan Puskesmas di wilayah pesisir pantai, “ terangnya.

Lanjut kata dia, hampir semua pesisir di wilayah perairan di Sulbar, bisa ditemukan illegal fishing. Dan hal ini menjadi perhatian bersama untuk dilakukan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Dan DKP sudah memiliki banyak program untuk masyarakat nelayan terutama yang tinggal di pesisir pantai dan pulau.

“ pada prinsipnya DKP Sulbar tetap berpihak kepada nelayan dengan memberdayakan mereka. Tahun ini ada pengadaan keramba jaring apung dan lainnya, supaya menjadi sumber pendapatan mereka. Selain itu, akan dicarikan investor untuk bisa ada industri di kita bangunsana. Dengan adanya pendapatan nelayan tentu akan mengurangi kasus – kasus illegal fishing. Jadi strategi kami lebih memberdayakan masyarakat pesisir. Dan kami berharap, jika masuk program ini mari kita sama – sama bangun dan ada dukungan dari masyarakat pesisir, “ pungkasnya.|Aji  

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.