banner 728x250

Sekolah Mulai Dibuka di Mamuju, Dewan Pendidikan Ingatkan Wajib Prokes  

  • Bagikan
Ket Foto : sejumlah anak - anak sekolah nampaknya antri masuk dikelas saat pembukaan pembelajaran tatap muka disalah satu sekolah di Kabupaten Mamuju.
banner 468x60

MEMASUKI era normal baru, masyarakat Indonesia mulai kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, demi menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa dan mahasiswa, sejumlah sekolah dan universitas menerapkan sistem online atau virtual tanpa tatap muka langsung. Bagi masyarakat umum sistem ini lebih dikenal dengan istilah belajar dalam jaringan ( Daring ). Namun pemberlakuan ini sudah tidak merata dan sudah banyak daerah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka dengan salah satu syarat tetap mengedepankan protokol kesehatan ( Prokes ).  

Seperti yang terjadi di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, pembelajaran tatap muka sudah berlangsung Tiga hari yang dimulai sejak hari Senin tanggal 13 September 2021. Hampir semua sekolah – sekolah dalam kota Mamuju sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka meskipun dilakukan dengan pengaturan baru, misalnya jumlah siswa dalam satu kelas harus dibatasi dan durasi belajar juga dikurangi.

banner 336x280

Dewan pendidikan Kabupaten Mamuju, Hajrul Malik kepada pojokcelebes.com mengatakan penerapan belajar tatap muka disambut baik oleh para orang tua anak. Kata dia, kurang lebih 2 tahun anak – anak meninggalkan bangku sekolahnya akibat pandemi Covid -19. Meskipun demikian, anak tetap masih mendapatkan pembelajaran lewat Daring karena belajar Daring atau belajar di rumah kualitasnya jauh berbeda dengan belajar di sekolah ada faktor psikologi yang tidak bisa diturunkan oleh guru ke siswa melalui belajar Daring. Tentunya orang tua murid menginginkan ada transformasi sikap transformasi noliks dan itu semua dapat belajar langsung di sekolah.   

Lanjut kata Harul, offline atau tatap muka ini akan menjadi titik awal untuk memulihkan kembali situasi psikologis anak yang selama ini merasa tertekan setelah sekian lama hanya belajar online.

“ Pembelajaran offline ini disambut bahagia orang tua. Coba bayangkan, hampir dua tahun anak – anak belajar Daring, yang tidak sama kualitasnya dengan belajar langsung di sekolah. Gimana anak – anak tidak terganggu psikologinya,” kata Hajrul  

Meskipun pembelajaran tatap muka sudah berlangsung, namun diminta semua orang tua anak untuk tetap waspada menerapkan Prokes yang sudah diterapkan oleh pemerintah. Dan apa yang menjadi keputusan pemerintah daerah Mamuju ini kata dia, patutnya diberikan dukungan. 

“ kondisi ini harus kita jaga dan tetap waspada. Dewan pendidikan tetap mengarahkan agar penyelenggaraan pendidikan SD,SMP dan SMA, Kepsek, Stakeholder serta para orang tua anak untuk selalu mengingatkan anaknya untuk selalu menerapkan Prokes sehingga terhindar dari hal – hal yang kita tidak inginkan, “ pungkas Hajrul.|Mad

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.